“Acara ini berantakan, sangat berantakan” ucapku dalam hati. Hari ini hari idul adha di
sekolah, kebetulan sekolahku mengadakan kurban dan sekolah tidak
diliburkan. Aku benci acara
kusir-kusiran seperti ini, OSIS yang sedari tadi berwara-wiri di depan lapangan
basket tidak menghiraukan kejenuhan kami, mereka terlalu memaksakan acara ini
yang tidak matang samasekali. Kemana Pembina mereka, aku ingin protes.
*
Aku hampr lupa, hari ini aku ada rencana dengan pacarku,
katanya dia ingin mengajakku ‘main’, dan dadaku setiap saat mendengar kata itu
dari mulutnya terasa menghimpit dan sesak,sebab aku trauma dengan kejadian waktu itu, dia hampir nyosor padaku,
dan naudzubillah, aku tak mau lagi segampang itu diajak main olehnya, maafkan aku
pacar , aku benci padamu.
“A, maaf hari ini kayanya kita gak bisa maen, maaf banget”
aku berinisiatif mengirim pesan singkat kepadanya, lalu tak lama dia menjawab
“kenapa?” “aku lagi gak enak badan a”
“oh, yasudah, tapi kalo kita gak ketemu sekarang, kita bakal lama bisa ketemu
lagi” itu sms terakhir darinya, karna dia besok akan berangkat kerja kebandung,
entah bekeja apa, aku tak ingin menanyakannya. huhhh!! Aku tak sanggup lagi
mengetik kata-kata bohong untuk dia, aku muak pada nya sejak kejadian
menjijikan itu.
*
Tiba-tiba ada suara lembut mengalun dari podium lomba
membaca al-qur’an, tapi anehnya suara ini sepertinya taka sing lagi
ditelingaku, ya ! itu suara Anggi. Anggi adalah siswa laki-laki kelas XI, seharusnya dia
sudah duduk dikelas XII seangkatan dengan ku, tapi karna dia sempat bertingkah
disekolahnya yang dulu, ia harus mengulang lagi sekolah disekolah yang berbeda,
sekolah itu adalah sekolah yang kutapakki saat ini. Anggi adalah temanku yang
baik, aku sering sekali bertukar pikiran, dan curhat kepadanya tentang segala
hal, dan aku sering sekali bertanya padanya tentang apapun unek-unek yang ada
dalam hatiku, dan selalu saja Ia mengerti tentang apa yang aku maksud, aku
nyaman berteman dengannya. Lupakan tentang itu. Aku terus mendekati arah sumber suara itu
dan subhanallah, anggi mengikuti lomba mengaji “Eh, tu anak bisa ngaji ! gila
kemajuan !”, aku kaget bercampur kagum mendengar lantunan suaranya yang merdu
ketika mengaji.
Setelah Anggi selesai mengaji, tiba-tiba aku melihat orang –
orang berhamburan dari tangga luar, aku melihat alumni yang berwajah bersih
berseri-seri.Senangnya bisa bertemu mereka, aku kagum punya kakak-kakak alumni
yang baik seperti mereka.
Drrtt drtt.. drttt..drtt..
Tiba-tiba hape ku bergetar, aku langsung mundur dari kerumunan teman-temanku, dan.. “Hallo, ini anita ya ?” “iya, siapa nih ?” “masa gak kenal, siapa hayoo ??”, menjengkelkan sekali bicara di telpon dengan orang seperti ni, tapi lama-kelamaan setelah aku ladenin dia bicara, kenapa aku bisa nyambung ngombrol di telpon dengan orang tak dikenal dengan waktu selama ini, dia rame. Dia mengaku bahwa dia adalah orang yang sangat deket sama aku, dia tau ayahku, dia tau keseharianku, dia tau beberapa hal tentang aku, aku semakin penasaran dan terus mendesak nya untuk member itau siapa dia sebenarnya, yang aku ingat, dia hanya menyebutkan umurnya nineteen, dia pernah nembak aku tapi aku tolak karna alesan sodara, dia bilang dia orang baik, dan lagi-lagi dia gak nyebutin nama, sialan !! aku jadi kepikiran.
Tiba-tiba hape ku bergetar, aku langsung mundur dari kerumunan teman-temanku, dan.. “Hallo, ini anita ya ?” “iya, siapa nih ?” “masa gak kenal, siapa hayoo ??”, menjengkelkan sekali bicara di telpon dengan orang seperti ni, tapi lama-kelamaan setelah aku ladenin dia bicara, kenapa aku bisa nyambung ngombrol di telpon dengan orang tak dikenal dengan waktu selama ini, dia rame. Dia mengaku bahwa dia adalah orang yang sangat deket sama aku, dia tau ayahku, dia tau keseharianku, dia tau beberapa hal tentang aku, aku semakin penasaran dan terus mendesak nya untuk member itau siapa dia sebenarnya, yang aku ingat, dia hanya menyebutkan umurnya nineteen, dia pernah nembak aku tapi aku tolak karna alesan sodara, dia bilang dia orang baik, dan lagi-lagi dia gak nyebutin nama, sialan !! aku jadi kepikiran.
Setelah banyak ngobrol basa-basi sama dia, tiba-tiba dia
nanya soal pacar aku, dia berpendapat tentang pacar aku secara kasat mata, dia
tanya soal pendidikan pacar aku, rumahnya dimana, dan lain sebagainya, tapi
yang terakhir dia nanya, “kamu sayang gak sama dia ??” seketika aku terdiam,
dan rasanya susah untuk berkata-kata, “Gue harus jawab apa!!” Tanyaku dalam
hati, aku bingung dan alhasil, tak ada sepatah katapun keluar dari mulutku, wah
payah aku ini !!.
Setelah didesak, akhirnya aku bilang jujur sama dia tentang
perasaan aku sama pacar aku, tapi kan harusnya jangan kaya gitu, aku kan belom
kenal siapa dia, ahhh bodoooh.
Tapi gak tau kenapa, aku ngerasa gak ada salahnya aku curcol
sama dia, orang dianya kayanya asik diajak ngobrol dan dari suaranya kayanya
dia pinter jaga rahasia (hehe sotoy). Tapi dia juga pas ngakuin dia orang baik
dia pake nyebut nama tuhan, suer deh.
Dia juga ngasih masukan sama aku, buanyaaaaaak banget, aku
masih inget, katanya aku harus fous belajar, jangan bantah ortu, harus
pilih-pilih cowo’ yg bener, jangan ketemuan sama cowo malem-malem, dan pokonya
jangan dulu pacaran , ribet banget ya dia, tapi seenggak nya aku rada kebantu
sama dia, orang pepatahnya juga gak salah ko’ buat di jalanin. Orang
misterius,mungkin ini adalah jawaban dari semua doa, amin..


1 komentar:
like it :)
Posting Komentar