skip to main | skip to sidebar

About me

Foto Saya
Anita Naysila
Garut, Garut/Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Subscribe To

Postingan
    Atom
Postingan
Semua Komentar
    Atom
Semua Komentar

Archivo del blog

  • ► 2013 (4)
    • ► November (1)
    • ► September (1)
    • ► Juli (2)
  • ▼ 2012 (8)
    • ► Desember (3)
    • ▼ Oktober (3)
      • Untuk Anak-anakku
      • Orang misterius hari ini
      • Maafkan Aku Tuhan, Aku Berontak
    • ► April (1)
    • ► Maret (1)
  • ► 2011 (1)
    • ► Desember (1)

Followers

Sample Text

About

Recent Posts

My Facebook

Anita Naysila | Buat Lencana Anda

About

Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

  • Sekilas graduasi kemaren 20/06/2013 SMAN 17 GARUT
  • Maafkan Aku Tuhan, Aku Berontak
  • Menaklukan Sifat Pemalu

Arsip Blog

  • ►  2013 (4)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
  • ▼  2012 (8)
    • ►  Desember (3)
    • ▼  Oktober (3)
      • Untuk Anak-anakku
      • Orang misterius hari ini
      • Maafkan Aku Tuhan, Aku Berontak
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Desember (1)

Anita Naysila's note

Write, write, write :)

Senin, 29 Oktober 2012

Untuk Anak-anakku


Nak…
Bila sampai umur ibu nanti, ibu ingin melahirkan mu dengan selamat, sehat dan sempurna.

Ibu ingin memberimu seluruh kasih sayang ibu, menyusuimu dengan air susu ibu sendiri, mendidik dan melindungimu agar kau tumbuh dengan baik, berbudi pekerti dan beradab layaknya manusia yang utuh.

Nak, jikalau nanti kau mempunyai kakak/adik, ibu harap kau bisa saling menjaga dan melindungi satu sama lain. Ibu ingin melihat kalian hidup rukun dan selalu ceria dan teguh dalam menghadapi kehidupan yang  fana ini, ibu yakin kita pasti bisa.

Ibu rindu kalian nak,
Hahaha mungkin ini aneh, ibu menulis ini hari ini, hari dimana ibu masih menikmati keceriaan memakai pakaian putih abu ini. Ibu belum menikah nak, tapi ibu rindu suasana hari esok yang belum pernah ibu rasakan, tapi ibu yakin ibu akan merasakan nya kelak.

Nak, doakan ibu ya. Doakan ibu agar ibu mempunyai jodoh yang baik, bertanggungjawab, soleh dan dapat menyayangi kita. Agar kelak kau lahir dengan sentosa, lahir dengan bahagia karna kami akan amat menyayangi mu, membesarkanmu, dan mendidikmu dengan ridho lillahita’ala, semoga kami berdua bisa nak.

Tapi nak, ibu belum tahu, kapan ibu akan menikah, pada siapa ibu akan menambatkan hati ibu, pada siapa ibu akan saling menyimpan komitmen untuk menjagamu. Mungkin butuh banyak waktu untuk mempersiapkan semua itu dan untuk mempersiapkan kadatangan mu Nak, ibu harus berusaha menjadi yang terbaik hari ini dan nanti agar kau bisa bercermin dari pengalaman ibu hari ini. Ibu ingin kalian mengerti apa itu hidup, bagaimana itu hidup, dan mengapa kalian hidup. Ibu tak mau nak, Ibu tak mau melihat kalian terjerumus dalam kesesatan, ibu tak mau melihat kalian mendzalimi diri kalian sendiri. Pergaulan hari nanti ibu tak tahu, tapi ibu takut nak, di zaman ibu hari ini saja, pergaulan sudah semakin bebas, banyak orang yang menyalahgunakan pergaulan, bagaimana nanti….??!! Naudzubillah nak, semoga kau terpelihara dari kesesatan, dan selalu mendapatkan bimbingan sang kholik untuk dapat menempuh jalan yang lurus. Amin

Yasudahlah nak, ibu harap kau ceria dialam sana, alam sesaat sebelum alam dunia, persiapkan kehidupanmu nak, mungkin kau sedang menempuh beberapa ketentuan dari sang kholik, ibu yakin kau bisa mempertanggungjawabkan kehidupan mu untuk bekal di dunia dan akhirat.



Ibu menunggu mu, anak-anakku yang sholeh, dan sholeha, sampai berjumpa suatu saat nanti, sampai bertemu hari esok, ayo kita berjuang mengarungi dunia yang fana ini dengan ridho Allah nak !! Tersenyumlah dan selalu bersemangat Nak. Ini saat nya ibu bersiap-siap, ibu ingin mengenyam dahulu pendidikan yang layak untuk nanti ibu berikan pada kalian, ibu mencintai kalian wahai anak-anak ibu yang cantik dan tampan, semoga Allah mempercayai ibu untuk mendampingi kalian di dunia ini anak-anakku yang soleh, dan soleha…. Amiin
Diposting oleh Anita Naysila di 16:06 0 komentar

Sabtu, 27 Oktober 2012

Orang misterius hari ini


Jalan-jalan kesana kemari, malah membuatku lelah di hantam waktu, sedari tadi aku hanya bisa berkeliling menapaki teras merah yang panjang tempatku bermain bersenda gurau dan tentunya belajar setiap hari kecuali hari minggu.

“Acara ini berantakan, sangat berantakan”  ucapku dalam hati. Hari ini hari idul adha di sekolah, kebetulan sekolahku mengadakan kurban dan sekolah tidak diliburkan.  Aku benci acara kusir-kusiran seperti ini, OSIS yang sedari tadi berwara-wiri di depan lapangan basket tidak menghiraukan kejenuhan kami, mereka terlalu memaksakan acara ini yang tidak matang samasekali. Kemana Pembina mereka, aku ingin protes.

*

Aku hampr lupa, hari ini aku ada rencana dengan pacarku, katanya dia ingin mengajakku ‘main’, dan dadaku setiap saat mendengar kata itu dari mulutnya terasa menghimpit dan sesak,sebab aku trauma dengan  kejadian waktu itu, dia hampir nyosor padaku, dan naudzubillah, aku tak mau lagi segampang itu diajak main olehnya, maafkan aku pacar , aku benci padamu.

“A, maaf hari ini kayanya kita gak bisa maen, maaf banget” aku berinisiatif mengirim pesan singkat kepadanya, lalu tak lama dia menjawab “kenapa?”  “aku lagi gak enak badan a” “oh, yasudah, tapi kalo kita gak ketemu sekarang, kita bakal lama bisa ketemu lagi” itu sms terakhir darinya, karna dia besok akan berangkat kerja kebandung, entah bekeja apa, aku tak ingin menanyakannya. huhhh!! Aku tak sanggup lagi mengetik kata-kata bohong untuk dia, aku muak pada nya sejak kejadian menjijikan itu.

*

Tiba-tiba ada suara lembut mengalun dari podium lomba membaca al-qur’an, tapi anehnya suara ini sepertinya taka sing lagi ditelingaku, ya ! itu suara Anggi. Anggi adalah siswa laki-laki kelas XI, seharusnya dia sudah duduk dikelas XII seangkatan dengan ku, tapi karna dia sempat bertingkah disekolahnya yang dulu, ia harus mengulang lagi sekolah disekolah yang berbeda, sekolah itu adalah sekolah yang kutapakki saat ini. Anggi adalah temanku yang baik, aku sering sekali bertukar pikiran, dan curhat kepadanya tentang segala hal, dan aku sering sekali bertanya padanya tentang apapun unek-unek yang ada dalam hatiku, dan selalu saja Ia mengerti tentang apa yang aku maksud, aku nyaman berteman dengannya. Lupakan tentang itu.   Aku terus mendekati arah sumber suara itu dan subhanallah, anggi mengikuti lomba mengaji “Eh, tu anak bisa ngaji ! gila kemajuan !”, aku kaget bercampur kagum mendengar lantunan suaranya yang merdu ketika mengaji.

Setelah Anggi selesai mengaji, tiba-tiba aku melihat orang – orang berhamburan dari tangga luar, aku melihat alumni yang berwajah bersih berseri-seri.Senangnya bisa bertemu mereka, aku kagum punya kakak-kakak alumni yang baik seperti mereka.

Drrtt drtt.. drttt..drtt..
Tiba-tiba hape ku bergetar, aku langsung mundur dari kerumunan teman-temanku, dan.. “Hallo, ini anita ya ?” “iya, siapa nih ?” “masa gak kenal, siapa hayoo ??”, menjengkelkan sekali bicara di telpon dengan  orang seperti ni, tapi lama-kelamaan setelah aku ladenin dia bicara, kenapa aku bisa nyambung  ngombrol di telpon dengan orang tak dikenal dengan waktu selama ini, dia rame. Dia mengaku bahwa dia adalah orang yang sangat deket sama aku, dia tau ayahku, dia tau keseharianku, dia tau beberapa hal tentang aku, aku semakin penasaran dan terus mendesak nya untuk member itau siapa dia sebenarnya, yang aku ingat, dia hanya menyebutkan umurnya nineteen, dia pernah nembak aku tapi aku tolak karna alesan sodara, dia bilang dia orang baik, dan lagi-lagi dia gak nyebutin nama, sialan !! aku jadi kepikiran.

Setelah banyak ngobrol basa-basi sama dia, tiba-tiba dia nanya soal pacar aku, dia berpendapat tentang pacar aku secara kasat mata, dia tanya soal pendidikan pacar aku, rumahnya dimana, dan lain sebagainya, tapi yang terakhir dia nanya, “kamu sayang gak sama dia ??” seketika aku terdiam, dan rasanya susah untuk berkata-kata, “Gue harus jawab apa!!” Tanyaku dalam hati, aku bingung dan alhasil, tak ada sepatah katapun keluar dari mulutku, wah payah aku ini !!.

Setelah didesak, akhirnya aku bilang jujur sama dia tentang perasaan aku sama pacar aku, tapi kan harusnya jangan kaya gitu, aku kan belom kenal siapa dia, ahhh bodoooh.

Tapi gak tau kenapa, aku ngerasa gak ada salahnya aku curcol sama dia, orang dianya kayanya asik diajak ngobrol dan dari suaranya kayanya dia pinter jaga rahasia (hehe sotoy). Tapi dia juga pas ngakuin dia orang baik dia pake nyebut nama tuhan, suer deh.

Dia juga ngasih masukan sama aku, buanyaaaaaak banget, aku masih inget, katanya aku harus fous belajar, jangan bantah ortu, harus pilih-pilih cowo’ yg bener, jangan ketemuan sama cowo malem-malem, dan pokonya jangan dulu pacaran , ribet banget ya dia, tapi seenggak nya aku rada kebantu sama dia, orang pepatahnya juga gak salah ko’ buat di jalanin. Orang misterius,mungkin ini adalah jawaban dari semua doa, amin..

Ah, orang misterius, siapa sih kamu ?? Aku harap aku bisa tau kamu, kenal, dan aku harap kita bisa jadi temen baik, untuk sekebihnya, biar Allah yang ngatur, see you orang misterius. Makasih ya buat masukkan-masukkannya, cepet mncul dihadapan aku ya, penasaran nih… J
Diposting oleh Anita Naysila di 21:51 1 komentar

Senin, 15 Oktober 2012

Maafkan Aku Tuhan, Aku Berontak


Disini, sekolah ini. Tempat yang memaksaku untuk menunggu, kapan hari kebebasan itu tiba ? hari dimana aku bisa berproses positif tanpa ada hambatan, bahkan banyak dukungan. Aku muak menerima ideologi-ideologi bodoh yang terus-menerus menggemblengku kedalam kegelapan yang tak pernah aku cita-citakan. Maafkan aku Tuhan, aku berontak.

Ini bukan kali pertama aku mengeluhkan tempat ini. Ini kesekian, keseratus, kesejuta, dan ke sepuluh pangkat ratusan. Aku ingin segera memuntahkan semua ini, ingin sekali aku pergi jauh-jauh dari tempat ini, kota ini, yang tak pernah berperangai baik pada kemulusan cita-citaku. Sekali lagi maafkan aku tuhan, aku berontak.

Sepertinya, motivator-motivator terbijak yang pernah ada di bumi ini tak mempan untuk menjinjing keberadaanku disini, tak pernah bisa memancing semangatku mencintai tempat ini, ini jujur, sangat jujur, aku benci tempat ini. Tempat dimana dusta-dusta berkumpul ria dengan terjaga, tempat dimana tak ada kejujuran,tak ada keadilan, tak ada tanggung jawab, tak ada sedikit toleransi untuk mereka yang berlaku baik, dan.... tak ada setitik penerangan pada penghuninya, aku muak menonton dan mengalami kenyataan ini, Tuhan.

Disudut penerangan mataku, di tempat ini. Aku jarang sekali melihat suatu hal yang dapat membuat bibirku tersenyum dengan suka hati, aku jarang sekali merasakan bulu kudukku merinding karena kebanggaan, semuanya hanya membuat aku takut, aku takut terkontaminasi keadaan. Naudzubillah.

Tuhan, aku iri pada yang lain, aku merasa terbuang ketempat terkotor di alam yang fana ini, aku tak ingin berlama-lama berada di tempat ini tuhan, akupun tak ingin terus tergolong dengan mereka, orang-orang munafik (aku fikir).

Tapi Tuhan, aku tahu. Engkau tak seenaknya memperlihatkan kepadaku fenomena ini, walaupun ini terasa membuatku mual, tapi pasti ada tujuan yang sangat baik dari setiap kejadian yang kau putarkan di hadapan kedua bola mataku ini.

Suatu saat nanti, aku yakin, aku tak kan terus berada di tempat yang amat gersang ini, aku akan terbang mengelilingi samudera bebas, merubah dunia menuju keadaan yang lebih baik, tapi....
Ya, tanpa bisa kupungkiri, aku akan kembali. InsyaAllah aku akan kembali, aku pun akan merubah tempat gersang iini menjadi tempat yang subur, tempat yang kaya akan keadilan, yang akan membuat semua penghuni didalamnya tak pernah berputus asa. Itu pasti.




Diposting oleh Anita Naysila di 17:21 0 komentar
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod