Pada hakikatnya, pendidikan itu bukan hanya didapat dari
pendidikan formal (di bangku sekolah/kuliah), tapi pendidikanpun dapat
diperoleh dari pendidikan informal dan non formal, yakni pendidikan yang secara
sadar atau tidak sadar dikenyam dari pengalaman hidup sehari-hari dan didapat
dari keluarga/masyarakat. Tujuan pendidikan yakni memanusiakan manusia,
tentunya disini ialah manusia yang baik, yang memiliki akal budi sesuai dengan
apa yg diharapkan. Jadi jangan berkecil hati untuk kamu yang memang benar-benar
tidak bisa mengenyam dan atau melanjutkan studi, toh masih banyak jalan untuk
menjadi sosok manusia yang baik, yang dapat bermanfaat bagi agama, nusa dan
bangsa dan tentunya diri sendiri, tapi mungkin tanpa dipungkiri bahwa orang yg
mengenyam pendidikan itu beberapa tingkat jauh lebih tinggi derajatnya, tapi
untuk yang mengenyam pendidikan , pendidikan merupakan ujian. Jika pendidikan
yang ia dapat tidak digunakan dengan bijaksana untuk kemaslahatan manusia dunia
dan akhirat, lalu untuk apa ? Tapi memang sekali lagi ditekankan, pendidikan
itu sangat penting, seperti yang telah dijelaskan di dalam sebuah hadits bahwa
‘mencari ilmu itu hukumnya wajib’, tentunya pendidikan penting disini adalah
bagi orang yang mempunyai visi dan misi sebaik-baiknya di jalan Allah untuk
kemaslahatan manusia dunia dan akhirat, bukan untuk di pamerkan bahwa ia
bergelar A tau B, melecehkan orang yg tidak/belum berkesempatan mengenyam
pendidikan formal yg sama dan menyalahgunakan pendidikan untuk hal yg dibenci
oleh Allah, seperti memunculkan pemahaman yg isinya menyekutukan Allah, berlaku
korupsi dan lain sebagainya. Bukankah pendidikan itu membuat orang menjadi
lebih bijaksana dan arif dalam bersikap ?!
Didalam hal mencari rejeki, kadang kita temukan fakta
dilapangan beberapa orang yang tak mengenyam pendidikan sama sekali (atau hanya
taraf SD) mereka bisa lebih sukses dari orang yang mengenyam pendidikan tinggi,
memang sangat diakui, bahkan saya sangat memberi apresiasi pada orang- orang
yang dapat berhasil dan sukses pada bidangnya tersebut. Tetapi, dari
keberhasilan mereka tersebut, mereka sebagian takabbur dengan apa yang telah
mereka miliiki, bahkan saya sering mendengar pernyataan sebagian dari mereka
“Untuk apa sekolah ? toh saya juga yang tidak sekolah banyak duit” padahal
bukan itu esensi seharusnya yang dapat ia raih. Tetapi kesyukuran pada
Illahi-lah yang seharusnya muncul,
karena ia diberi kesempatan mengelola rejeki yang –dapat dikatakan- lebih
daripada yang lain.
Sebagai orang yang diberi kesempatan bersekolah oleh Allah,
saya terkadang merasa malu dengan kenyataan bahwa saya belum bisa
berpenghasilan seperti beberapa teman /kerabat saya yang belum di beri
kesempatan bersekolah. Tetapi itulah dinamika, keberuntungan tidak bisa menjadi
patokan, usaha yang sungguh – sungguh karena Allah lah yang seyogyanya bisa
menjadi pegangan. Tetapi dengan tidak melunturkan semangat saya, sayapun yakin
akan bisa sesukses mereka, bahkan lebih dari itu. hanya permasalahan usaha,waktu
dan perizinan dari Yang Maha Kuasa saja.
Disinilah perlu adanya kebijaksanaan perilaku dari orang yg
mengenyam pendidikan formal dan non formal, saling toleransi dan memahami
adalah kunci utama. Bahkan ada baiknya jika orang yang dapat mengenyam
pendidikan bisa mentransfer kembali ilmu yang ia dapat saat di bangku sekolah,
itu akan jauh lebih bijaksana bukan? Sebaliknya bagi yang belum berkesempatan
bersekolah, jangan merasa gengsi atau malu untuk bertanya, barangkali orang
yang mengenyam pendidikan itu dapat memberi solusi dari permasalahan yang
tengah dihadapi.
Apapun dan bagaimanapun, bersekolah atau tidak sekalipun,
kita adalah insan yang memiliki akal dan budi, sudah seharusnya kita saling
bergandengan tangan, bahu membahu pada jalur kemaslahatan dunia akhirat
(Tentunya dengan niat mencari ridho Allah), jangan saling menjatuhkan dan sikut
menyikut, bukankah sesama muslim adalah keluarga ?
