skip to main | skip to sidebar

About me

Foto Saya
Anita Naysila
Garut, Garut/Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Subscribe To

Postingan
    Atom
Postingan
Semua Komentar
    Atom
Semua Komentar

Archivo del blog

  • ▼ 2013 (4)
    • ▼ November (1)
      • Sekolah/Tidak
    • ► September (1)
    • ► Juli (2)
  • ► 2012 (8)
    • ► Desember (3)
    • ► Oktober (3)
    • ► April (1)
    • ► Maret (1)
  • ► 2011 (1)
    • ► Desember (1)

Followers

Sample Text

About

Recent Posts

My Facebook

Anita Naysila | Buat Lencana Anda

About

Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

  • Sekilas graduasi kemaren 20/06/2013 SMAN 17 GARUT
  • Maafkan Aku Tuhan, Aku Berontak
  • Menaklukan Sifat Pemalu

Arsip Blog

  • ▼  2013 (4)
    • ▼  November (1)
      • Sekolah/Tidak
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
  • ►  2012 (8)
    • ►  Desember (3)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Desember (1)

Anita Naysila's note

Write, write, write :)

Kamis, 21 November 2013

Sekolah/Tidak


Pada hakikatnya, pendidikan itu bukan hanya didapat dari pendidikan formal (di bangku sekolah/kuliah), tapi pendidikanpun dapat diperoleh dari pendidikan informal dan non formal, yakni pendidikan yang secara sadar atau tidak sadar dikenyam dari pengalaman hidup sehari-hari dan didapat dari keluarga/masyarakat. Tujuan pendidikan yakni memanusiakan manusia, tentunya disini ialah manusia yang baik, yang memiliki akal budi sesuai dengan apa yg diharapkan. Jadi jangan berkecil hati untuk kamu yang memang benar-benar tidak bisa mengenyam dan atau melanjutkan studi, toh masih banyak jalan untuk menjadi sosok manusia yang baik, yang dapat bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa dan tentunya diri sendiri, tapi mungkin tanpa dipungkiri bahwa orang yg mengenyam pendidikan itu beberapa tingkat jauh lebih tinggi derajatnya, tapi untuk yang mengenyam pendidikan , pendidikan merupakan ujian. Jika pendidikan yang ia dapat tidak digunakan dengan bijaksana untuk kemaslahatan manusia dunia dan akhirat, lalu untuk apa ? Tapi memang sekali lagi ditekankan, pendidikan itu sangat penting, seperti yang telah dijelaskan di dalam sebuah hadits bahwa ‘mencari ilmu itu hukumnya wajib’, tentunya pendidikan penting disini adalah bagi orang yang mempunyai visi dan misi sebaik-baiknya di jalan Allah untuk kemaslahatan manusia dunia dan akhirat, bukan untuk di pamerkan bahwa ia bergelar A tau B, melecehkan orang yg tidak/belum berkesempatan mengenyam pendidikan formal yg sama dan menyalahgunakan pendidikan untuk hal yg dibenci oleh Allah, seperti memunculkan pemahaman yg isinya menyekutukan Allah, berlaku korupsi dan lain sebagainya. Bukankah pendidikan itu membuat orang menjadi lebih bijaksana dan arif dalam bersikap ?!
 
Didalam hal mencari rejeki, kadang kita temukan fakta dilapangan beberapa orang yang tak mengenyam pendidikan sama sekali (atau hanya taraf SD) mereka bisa lebih sukses dari orang yang mengenyam pendidikan tinggi, memang sangat diakui, bahkan saya sangat memberi apresiasi pada orang- orang yang dapat berhasil dan sukses pada bidangnya tersebut. Tetapi, dari keberhasilan mereka tersebut, mereka sebagian takabbur dengan apa yang telah mereka miliiki, bahkan saya sering mendengar pernyataan sebagian dari mereka “Untuk apa sekolah ? toh saya juga yang tidak sekolah banyak duit” padahal bukan itu esensi seharusnya yang dapat ia raih. Tetapi kesyukuran pada Illahi-lah  yang seharusnya muncul, karena ia diberi kesempatan mengelola rejeki yang –dapat dikatakan- lebih daripada yang lain.

Sebagai orang yang diberi kesempatan bersekolah oleh Allah, saya terkadang merasa malu dengan kenyataan bahwa saya belum bisa berpenghasilan seperti beberapa teman /kerabat saya yang belum di beri kesempatan bersekolah. Tetapi itulah dinamika, keberuntungan tidak bisa menjadi patokan, usaha yang sungguh – sungguh karena Allah lah yang seyogyanya bisa menjadi pegangan. Tetapi dengan tidak melunturkan semangat saya, sayapun yakin akan bisa sesukses mereka, bahkan lebih dari itu. hanya permasalahan usaha,waktu dan perizinan dari Yang Maha Kuasa saja.

Disinilah perlu adanya kebijaksanaan perilaku dari orang yg mengenyam pendidikan formal dan non formal, saling toleransi dan memahami adalah kunci utama. Bahkan ada baiknya jika orang yang dapat mengenyam pendidikan bisa mentransfer kembali ilmu yang ia dapat saat di bangku sekolah, itu akan jauh lebih bijaksana bukan? Sebaliknya bagi yang belum berkesempatan bersekolah, jangan merasa gengsi atau malu untuk bertanya, barangkali orang yang mengenyam pendidikan itu dapat memberi solusi dari permasalahan yang tengah dihadapi.

Apapun dan bagaimanapun, bersekolah atau tidak sekalipun, kita adalah insan yang memiliki akal dan budi, sudah seharusnya kita saling bergandengan tangan, bahu membahu pada jalur kemaslahatan dunia akhirat (Tentunya dengan niat mencari ridho Allah), jangan saling menjatuhkan dan sikut menyikut, bukankah sesama muslim adalah keluarga ?

Diposting oleh Anita Naysila di 08:10 0 komentar
Postingan Lama
Langganan: Postingan (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod