Disini, sekolah
ini. Tempat yang memaksaku untuk menunggu, kapan hari kebebasan itu tiba ? hari
dimana aku bisa berproses positif tanpa ada hambatan, bahkan banyak dukungan.
Aku muak menerima ideologi-ideologi bodoh yang terus-menerus menggemblengku
kedalam kegelapan yang tak pernah aku cita-citakan. Maafkan aku Tuhan, aku
berontak.
Ini bukan kali
pertama aku mengeluhkan tempat ini. Ini kesekian, keseratus, kesejuta, dan ke
sepuluh pangkat ratusan. Aku ingin segera memuntahkan semua ini, ingin sekali
aku pergi jauh-jauh dari tempat ini, kota ini, yang tak pernah berperangai baik
pada kemulusan cita-citaku. Sekali lagi maafkan aku tuhan, aku berontak.
Sepertinya,
motivator-motivator terbijak yang pernah ada di bumi ini tak mempan untuk
menjinjing keberadaanku disini, tak pernah bisa memancing semangatku mencintai
tempat ini, ini jujur, sangat jujur, aku benci tempat ini. Tempat dimana
dusta-dusta berkumpul ria dengan terjaga, tempat dimana tak ada kejujuran,tak
ada keadilan, tak ada tanggung jawab, tak ada sedikit toleransi untuk mereka
yang berlaku baik, dan.... tak ada setitik penerangan pada penghuninya, aku
muak menonton dan mengalami kenyataan ini, Tuhan.
Disudut
penerangan mataku, di tempat ini. Aku jarang sekali melihat suatu hal yang
dapat membuat bibirku tersenyum dengan suka hati, aku jarang sekali merasakan
bulu kudukku merinding karena kebanggaan, semuanya hanya membuat aku takut, aku
takut terkontaminasi keadaan. Naudzubillah.
Tuhan, aku iri
pada yang lain, aku merasa terbuang ketempat terkotor di alam yang fana ini,
aku tak ingin berlama-lama berada di tempat ini tuhan, akupun tak ingin terus
tergolong dengan mereka, orang-orang munafik (aku fikir).
Tapi Tuhan, aku
tahu. Engkau tak seenaknya memperlihatkan kepadaku fenomena ini, walaupun ini
terasa membuatku mual, tapi pasti ada tujuan yang sangat baik dari setiap
kejadian yang kau putarkan di hadapan kedua bola mataku ini.
Suatu saat nanti,
aku yakin, aku tak kan terus berada di tempat yang amat gersang ini, aku akan
terbang mengelilingi samudera bebas, merubah dunia menuju keadaan yang lebih
baik, tapi....
Ya, tanpa bisa kupungkiri, aku akan kembali. InsyaAllah aku akan kembali, aku pun akan merubah tempat gersang iini menjadi tempat yang subur, tempat yang kaya akan keadilan, yang akan membuat semua penghuni didalamnya tak pernah berputus asa. Itu pasti.
Ya, tanpa bisa kupungkiri, aku akan kembali. InsyaAllah aku akan kembali, aku pun akan merubah tempat gersang iini menjadi tempat yang subur, tempat yang kaya akan keadilan, yang akan membuat semua penghuni didalamnya tak pernah berputus asa. Itu pasti.


0 komentar:
Posting Komentar