skip to main | skip to sidebar

About me

Foto Saya
Anita Naysila
Garut, Garut/Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Subscribe To

Postingan
    Atom
Postingan
Komentar
    Atom
Komentar

Archivo del blog

  • ► 2013 (4)
    • ► November (1)
    • ► September (1)
    • ► Juli (2)
  • ▼ 2012 (8)
    • ► Desember (3)
    • ▼ Oktober (3)
      • Untuk Anak-anakku
      • Orang misterius hari ini
      • Maafkan Aku Tuhan, Aku Berontak
    • ► April (1)
    • ► Maret (1)
  • ► 2011 (1)
    • ► Desember (1)

Followers

Sample Text

About

Recent Posts

My Facebook

Anita Naysila | Buat Lencana Anda

About

Diberdayakan oleh Blogger.

Entri Populer

  • Sekilas graduasi kemaren 20/06/2013 SMAN 17 GARUT
  • Maafkan Aku Tuhan, Aku Berontak
  • Menaklukan Sifat Pemalu

Arsip Blog

  • ►  2013 (4)
    • ►  November (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (2)
  • ▼  2012 (8)
    • ►  Desember (3)
    • ▼  Oktober (3)
      • Untuk Anak-anakku
      • Orang misterius hari ini
      • Maafkan Aku Tuhan, Aku Berontak
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  Desember (1)

Anita Naysila's note

Write, write, write :)

Senin, 15 Oktober 2012

Maafkan Aku Tuhan, Aku Berontak


Disini, sekolah ini. Tempat yang memaksaku untuk menunggu, kapan hari kebebasan itu tiba ? hari dimana aku bisa berproses positif tanpa ada hambatan, bahkan banyak dukungan. Aku muak menerima ideologi-ideologi bodoh yang terus-menerus menggemblengku kedalam kegelapan yang tak pernah aku cita-citakan. Maafkan aku Tuhan, aku berontak.

Ini bukan kali pertama aku mengeluhkan tempat ini. Ini kesekian, keseratus, kesejuta, dan ke sepuluh pangkat ratusan. Aku ingin segera memuntahkan semua ini, ingin sekali aku pergi jauh-jauh dari tempat ini, kota ini, yang tak pernah berperangai baik pada kemulusan cita-citaku. Sekali lagi maafkan aku tuhan, aku berontak.

Sepertinya, motivator-motivator terbijak yang pernah ada di bumi ini tak mempan untuk menjinjing keberadaanku disini, tak pernah bisa memancing semangatku mencintai tempat ini, ini jujur, sangat jujur, aku benci tempat ini. Tempat dimana dusta-dusta berkumpul ria dengan terjaga, tempat dimana tak ada kejujuran,tak ada keadilan, tak ada tanggung jawab, tak ada sedikit toleransi untuk mereka yang berlaku baik, dan.... tak ada setitik penerangan pada penghuninya, aku muak menonton dan mengalami kenyataan ini, Tuhan.

Disudut penerangan mataku, di tempat ini. Aku jarang sekali melihat suatu hal yang dapat membuat bibirku tersenyum dengan suka hati, aku jarang sekali merasakan bulu kudukku merinding karena kebanggaan, semuanya hanya membuat aku takut, aku takut terkontaminasi keadaan. Naudzubillah.

Tuhan, aku iri pada yang lain, aku merasa terbuang ketempat terkotor di alam yang fana ini, aku tak ingin berlama-lama berada di tempat ini tuhan, akupun tak ingin terus tergolong dengan mereka, orang-orang munafik (aku fikir).

Tapi Tuhan, aku tahu. Engkau tak seenaknya memperlihatkan kepadaku fenomena ini, walaupun ini terasa membuatku mual, tapi pasti ada tujuan yang sangat baik dari setiap kejadian yang kau putarkan di hadapan kedua bola mataku ini.

Suatu saat nanti, aku yakin, aku tak kan terus berada di tempat yang amat gersang ini, aku akan terbang mengelilingi samudera bebas, merubah dunia menuju keadaan yang lebih baik, tapi....
Ya, tanpa bisa kupungkiri, aku akan kembali. InsyaAllah aku akan kembali, aku pun akan merubah tempat gersang iini menjadi tempat yang subur, tempat yang kaya akan keadilan, yang akan membuat semua penghuni didalamnya tak pernah berputus asa. Itu pasti.




Diposting oleh Anita Naysila di 17:21

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod